Minggu, 26 Januari 2014

sekolah kehidupan

Terkadang kita terlalu lebih mengenal orang lain di banding diri sendiri. padahal mengenali diri sendiri itu jauh lebih penting, dengan mengenali diri sendiri kita bisa tahu siapa diri kita, apa maunya kita, kemana arah tujuan kita.

Gue adalah orang yang paling nggak bisa untuk menjadi let it flow. Yaa kecuali dalam urusan cinta. Ahehe...tapi kan gue single jomblo jadi nggak masalah dong! Nah, balik lagi ke le it flow,  buat gue semua harus ada tujuan. Planning A, planning B, revisi planning, dll. Yes, i’m fucking perfect.

Untuk mengenal diri sendiri kita perlu waktu untuk berkontemplasi. Mencari tahu siapa diri kita, bagaimana karakter kita dan apa maunya kita. Sometimes, gue merasa semua orang terlalu di drive oleh orang lain. Entah itu orang tua, teman, atau pacar. Gue nggak bermaksud menyalahkan orang-orang terdekat lo, tapi berusaha mencari dan menjadi apa yang diri kita mau itu jauh lebih baik dibanding terus mendengar nasehat dan komentar yang belum tentu benar keabsahannya. Lagipula nggak selamanya yang baik itu selalu baik. Bahkan hal terburukpun bisa menjadi hal yang terbaik.

Gue lebih suka menganggap itu semua sekolah kehidupan. Maksudnya begini, sekolah atau proses pembelajaran itu bukan Cuma ada di sekolah, universitas atau institusi pendidikan lainnya. Justru kehidupan itu adalah sekolah yang sebenarnya. Ujian sekolah itu Cuma simulasi dari ujian kehidupan, karena ujian di kehidupan nyata adalah ujian dalam artian sebenarnya.

Frankly speaking, don’t be serious! Life is just like a playing game. Hehe udah ah itu aja!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar