Jumat, 29 Mei 2015

in my spritual journey

Gue dari lahir dan tumbuh dari keluarga muslim yang taat. Dari kecil gue sudah diajarkan norma-norma hidup orang muslim. Gue emang gak alim-alim banget lah. At least gue solat 5 waktu, baca alquran, (kadang) sholat sunnah, zakat, dan puasa di bulan ramadhan.

 Tapi hal itu nggak menutup kemungkinan untuk mempelajari hal-hal yang bertentangan dengan agama gue. Emang sih, aspeknya gak luas banget (lagipula dibanding baca buku pengetahuan yang terlalu serius dan bikin ngantuk, selalu menimbulkan polemik dan sara emang lebih asik baca majalah fashion favorit, instagram, dan novel kan? Hehehehe) well... Balik lagi ke topik, pembelajaran gue soal perbandingan agama cuma seputar agama samawi alias agama yang dibawa nabi Ibrahim atau yang disebut juga Abraham. Yap, apalagi kalau bukan islam, nasrani, yahudi. Tapi itupun juga gatau banyak sih. Yaa cuma nice to know aja... Cuma tau oh gitu toh, oh asalnya dari sana toh. Dan sejauh yang gue pelajari, sampai saat ini gak ada agama lain yang bikin gue merasa tertarik untuk pindah agama. Islam is my comfort zone...

Selain agama samawi, ada juga hal2 bersifat spiritual yang membuat gue tertarik dan sedikit gue percayai (tolong dicatat, semua hal yang gue percayai bukan berdasarkan doktrin atau hal yang bersifat dogmatis. Gue ini orangnya ngeyel emang. Gak bisa menerima mentah-mentah hal yang gak bisa gue rasakan atau hal yang sulit dijangkau nalar gue) misalnya ajaran tao tentang fengshui, yin dan yang. Tapi ada juga hal-hal spiritual yang dekat dengan agama gue di sekitaran masyarakat jawa tapi sulit sekali untuk gue yakini. Contohnya hal yang bersifat kejawen. Gue gak percaya pamali dan primbon atau apalah. Biar kata anak gadis gak boleh ini gak boleh itu, nanti takut ini takut itu juga gue gak peduli!

Gue juga tertarik mencari tahu tentang hal-hal yang berkaitan dengan paganisme, cara meramal berdasarkan logika, dan hal hal yang berkaitan dengan kekuatan pikiran. Yaa semua itu nice to know aja sih. Sama halnya dengan gue mencari tahu tentang atheisme, isu fobia agama, atau bahkan satanisme, dan alasan kenapa orang bisa menjadi penganutnya, dll.

Menurut gue perbandingan itu tetap perlu supaya kita gak kemakan opini mentah yang di lemparkan orang-orang yang bahkan dia sendiri ga tau sumbernya dari mana. Dalam hal ini gue pengen bisa berfikir secara subyektif. Toh cari tahu itu gak dosa kan? Yang dosa yaa kalau kita mengimani tuhan lain selain Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar