Jumat, 29 Mei 2015

rumus tuhan dan rumus manusia

Intro: Sebenarnya ini cerita udah rada basi. Tapi gapapa lah yaa gue angetin lagi biar gak jadi basi. semoga ada hikmahnya bagi kita semua... Amin!

Waktu gue sama vita pergi ke pasar mayestik buat bikin pempek, kita sempat lamaaa banget nunggu bus di blok m melawai. Ternyata, kalo pagi itu gak ada bus metromini lewat melawai. Sementara kita terus menunggu setengah jam akibat ke"sotoy"an gue. #guemahgituorangnya

Pas nunggu bis 1/2 jam itu, ada salah satu obrolan tentang teman-teman yang sukses dan gak sukses. Vita nanya, kenapa yaa anak yang di sekolah biasa-biasa aja malah cenderung bermasalah kayak si X bisa jadi orang yang sukses di kehidupan nyata? Sementara anak yang selalu menempati ranking teratas kayak si Y dan Z kehidupan setelah sekolahnya malah biasa aja bahkan cenderung jauh dari kata sukses?

Emang sih sebenarnya kan tiap orang punya versi suksesnya  masing-masing yaa... Tapi orang terlalu sering mengeneralkan sukses itu yaa... karir lo prospeknya bagus, bisnis lo sukses, kelihatan banyak duit dan blablablah...

Gue ingat beberapa bulan gue juga pernah bertanya-tanya sama diri gue tentang hal ini. Dan gue menemukan jawabannya dari Robert Kiyosaki pengarang buku finansial terlaris rich dad poor dad, dalam bukunya dia bilang begini: Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan di dunia masa kini. Sebagian besar murid meninggalkan bangku sekolah dalam keadaan kekurangan uang dan mencari rasa aman.. Rasa aman tidak ditemukan di luar. Rasa aman ditemukan di dalam. Banyak murid sekolah dalam keadaan tidak siap secara mental, emosional, fisik, dan spiritual. Sistem sekolah telah melakukan tugasnya dengan menyediakan pasokan pegawai serta tentara yang tidak pernah habis, yang mencari pekerjaan dalam bisnis besar dan dalam dunia militer -- rich kid smart kid

Pada akhirnya gue jelasin begini. Ta, rumus tuhan itu nggak berjalan kayak rumus manusia dimana X = Y atau a + b = c. Jadi kalau si A pintar dan berprestasi di sekolah itu bukan berarti dia juga pasti bakal sukses di dunia nyata. Dan kalau si B yang bego kuadrat, tukang bolos tingkat dewa, dan selalu langganan remedial bukan berarti nasib dia bakalan is death setelah lulus. Rasanya terlalu naif untuk kita berfikir seperti itu.

Tuhan itu adil... Karena Dia lebih tahu kondisi dan potensi setiap orang, sementara kita sebagai manusia biasa cuma bisa menilai orang lain dari permukaannya aja.

Semua orang punya jalannya masing-masing... Ada yang dimudahkan lalu dipersulit, Ada yang sulit kemudian dimudahkan jalannya... Ada juga yang begitu-begitu aja jalannya. Kita gak pernah tahu karena kita cuma menilai setiap orang dari luarnya aja. Dan hidup juga gak selamanya selalu baik-baik aja.
jadi...

Tidak ada korelasi antara keberhasilan finansial dan keberhasilan akademis -- Thomas Stanley penulis milionaire next door

Tidak ada komentar:

Posting Komentar