Minggu, 10 Mei 2015

TV

Dedicated for my best friend sarvita zulaeha. Because life is too short to spending our time in front of television.


Gue bukannya nganggep orang yang suka sinetron dan gosip itu males. Bukan sama sekali. Gue cuma mikir "emang orang gak capek yaa lihat drama2 kacangan yang di sajikan tv? tahu sendirikan tayangan lokal itu kayak gimana?

Belum lagi lihat jeda iklan yang panjangggg banget, kalo acara tv nya 1 jam 30 menit acara tv 30 menit sisanya iklan. capek dewh! hal-hal yang diulang-ulang itukan masuk ke alam bawah sadar pikiran. Gue nggak pengen aja otak gue isinya cuman slogan-slogan iklan tv.

Belum lagi media, yah lo tahu dong mereka cuma meliput hal-hal yang lagi happening tapi juga beritanya di edit2. Yang biasa aja seolah menjadi tampak luar biasa dan hal yang penting menjadi sangat tidak penting. Itu apa namanya kalo bukan pembodohan publik???

Gue sebagai konsumen merasa berhak milih mana yang pantes gue masukin ke otak dan mana yang nggak. It's like a remote tv, if you want get it so take it, but if you don't like it then leave it. That's all...

Kalo secara pandangan gue pribadi, daripada lihat drama yang dibuat2 gitu mending fokus sama kehidupan diri kita sendiri. Setiap orang punya gift yang namanya "kekuatan pikiran" dimana ketika lo fokus dengan apa yang ada dalam benak lo maka semesta akan berkonspirasi membantu mewujudkan apa yang lo pikirkan. Don't you think it's seems amazing, right? Jadi pikirin hal baik yang kita inginkan saja.

Coba deh bayangin kalo otak lo isinya drama tv, kebayang gak sih kalo secara nggak sengaja pikiran lo bakal berfokus kesana lalu semesta berkonspirasi mewujudkannya kedunia nyata lo? syukur kalau ketiban yang bagus-bagus. Lo tahu sendiri sinetron itu isinya 99% masalah/drama dan kebahagiannya cuma 1%. Emang mau hidup lo jadi kayak begitu? Emang gak capek? drama pribadi aja udah pelik, eh ketularan drama di tv.... amsyong dah!

Dan gue pribadi ngerasa banget kok setiap kali gue habis nonton tv gue jadi nggak fokus. Seolah hal2 yang udah gue genggam dipikiran gue jadi berlari menjauh. Sehingga ketika gue coba buat mikirin ulang semuanya jadi blur.

Makanya kalopun gue nonton drama gue suka yang iklannya tuh sedikit, dramanya juga gak tajam kayak sinetron buatan produser india, atau film2 action yang efeknya cetar membahana , atau serial komedi yang nggak ngeselin.

Seneng-seneng itu sah-sah aja, dan semua orang juga punya cara senengnya masing-masing. Tapi yaa harus disaring juga. Jangan sampe merugikan kita.

and the last but not least....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar