Kamis, 27 Agustus 2015

momentum

Akhir2 ini mimpi dalam tidur gue aneh. Gak ada yang spesifik sih, tapi semuanya kayak dalam adegan2 di film action. Kayak lihat orang bunuh-bunuhan, kerja sama team merebutakan sesuatu, kabur dari tempat yang kayak penampungan, jadi pemberontak, bebasin korban penculikan, jadi mata-mata. Dan baru terjadi bulan ini, padahal terakhir gue nonton film action itu sebelum bulan puasa loh, film jurrasic world. Eh harry potter termasuk film action bukan sih? Kalo pas bulan puasa kemarin gue nonton harry potter pertama sampai terakhir.

Ngomongin soal film action, pernah gak sih merhatiin secara spesifik nih. Seringnya keberuntungan pada pemeran utama itu datang disaat momen yang tepat gitu. Entah itu momen hantamannya yang bisa pas, momen temannya datang menolong, momen pas dia kabur, momen pas dia dapetin sesuatu yang dia kejar, momen ketika terselamatkan dari kejadian yang hampir merenggut nyawa, semuanya terasa pas aja gitu meskipun peluang berhasilnya cuma sepersekian detik. Walaupun si pemeran utama pada saat itu juga dihadapi dengan kondisi yang sangat gak memungkinkan.

Dan pernah ga sih lo mikir, dalam hidup ini tanpa sadari kita pernah berhadapan dengan momen-momen yang mengubah hidup kita. Momen-momen itu jarang ada, tapi supaya bisa mengefisienkannya kita sendiri yang harus mengukur dan diimbangi dengan kapabilitas kita kapan waktunya akan datang. 

Misalnya soal urusan opa dan bokap gue yang saat ini menjadi pusat perhatian dan energi gue (sorry gue ga bisa cerita secara spesifik tentang ini) yang bisa merubah banyak hal dari kehidupan gue, gue udah dari duluuu banget nunggu kapan terwujudnya? Diusahain dari jaman gue masih TK, bayangin aja. Tapi baru terealisasi sekarang, disaat gue dewasa. Gue dari dulu mikir, what's wrong with us? Kenapa gagal terus?

Lalu gue memutuskan, daripada gue nunggu momen yang gak jelas kapan datangnya dan bisa bikin gue stress. Mending gue fokus sama diri gue sendiri. Fokus merangkai cita2 gue dan fokus mempelajari hal2 yang berkaitan dengan pengetahuan yang berguna kalau nanti yang diusahain sudah terwujud.

Dan seperti sudah terkonspirasi oleh alam, begitu gue udah mengerti dan paham step2 yang akan gue lakukan dan bagaimana cara melindungi dan menghandlenya. Semua pintu terbuka lebar. Bukan satu urusan doang, melainkan ada 3. Dan yang lebih gila nya lagi, semua terjadi di waktu yang berdekatan, epic banget emang!

Kalo gue flashback kebelakang, kenapa coba tuhan gak buka pintunya pas gue smp, atau sma, atau malah pas jaman2 gue masih sd? Dan kenapa coba dia baru ngasih gue setelah gue melalui tempaan yang bertubi2, kenapa? Yaa mungkin karena dulu gue belum ngerti gimana cara menghandlenya. Mungkin kalo dibukakan waktu itu malah lebih banyak mudharatnya bagi diri gue, orang tua gue, dan saudara2 gue. Mungkin, ah sudahlah!

Tuhan selalu tahu kapan waktu yang terbaik. Dia yang menciptakan momen tapi kita juga yang harus mengejar momen itu sendiri.

Dan seperti quotes dalam dongeng... It's just happens, only if you believes :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar