Senin, 23 November 2015

kenapa ramalan gak boleh? (menurut sudut pandang gue)

“Katakanlah (hai Muhammad) tidak ada seorang pun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara gaib kecuali Allah saja.” (An-Naml: 65)

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan lontaran api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barangsiapa yang mencoba mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai lontaran api yang mengintai untuk membakarnya. Dan sungguh dengan adanya penjagaan tersebut kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Rabb mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.” (surah Al-Jin: 8-10)

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi No. 135)

“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu menanyakan kepada tentang satu ramalan, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim 2230)

Barangsiapa membatalkan sebuah keperluan karena alasan ramalan mujur-sial maka dia telah syirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)


Agama islam melarang umatnya untuk mendatangi peramal karena dianggap syirik.

Sebenarnya gue bisa sedikit meramal loh. Mungkin lebih tepatnya firasat sih soalnya gue bisa tahu begitu aja TANPA melalui perantara kayak kartu tarot, bola kristal, ampas kopi, batu kerang. Tapi karena sedikit tahu itu, gue jadi merenungi alasan kenapa agama gue melarang ramalan.

Yang gue tau, ramalan itu bersifat subyektif. Bisa tepat sekali, bisa juga diubah. Berubah atau nggaknya tergantung manusianya untuk berusaha juga.

Lagipula, bisa tahu berita dari masa depan bukan selalu menjadi hal yang menyenangkan kok.

Kita bisa aja tahu akan hal buruk yang terjadi sama seseorang tapi kita gak bisa mencegahnya karena si orang itu menganggap kita gak rasional dan kekeuh dengan keinginannya. Nah, sebelum kejadian yang menimpa dia terjadi aja kita udah merasa sedih banget. Serasa sedih diwaktu yang salah...

Dan kalau ada berita baik misalnya tentang usaha kita yang akan berhasil, bisa jadi malah melenceng dari apa yang diramal karena semangat juang kita malah menurun karena udah merasa lega dan terlalu santai.

See... Bisa dimengerti kan kenapa bisa bersifat subyektif?

Tapi kan ramalan bisa merubah nasib buruk mel...

Iya emang, tapi hei.. Tolong di catet yaa, kebanyakan manusia belajar banyak justru dari nasib buruk yang menimpanya. Dan kalau Allah menguji hambanya dengan kesulitan dan kesedihan, bukan berarti Dia gak sayang. Justru masalah itu ada untuk memperpanjang sujud dan doa kita. Masak sih tetap mau menolak takdir yang sudah ditetapkan Nya? Bukankah setelah kesulitan pasti ada kemudahan? Jadi anggap aja ujian itu sebagai cara supaya kita bisa naik kelas di kehidupan nyata. Hidup kan pasti ada upside dan downside nya.. Kata iklan keripik kentang, life is never flat. Kalo flat mati dong, alias cuma orang mati yang gak punya masalah dan tantangan.

Jadi, jangan lagi berharap punya kesempatan melihat kemasa depan. Jangan juga berharap untuk bisa balik ke masa lalu, karena itu sama aja lo gak bersyukur masih di beri kesempatan untuk bernafas. Jalani aja hari ini dengan sebaik2nya. Dan hal baik pun akan datang dengan sendirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar