Jumat, 05 Februari 2016

masalah buat lo?

Selama ini gue kan kalo nulis selalu berusaha untuk menampilkan citra lucu. Bahkan di dunia nyata sekalipun gue lebih suka dianggap sebagai orang yang lebay. Bagi gue lebay itu pujian, bukan ejekan.

Tapi sebenarnya hidup gue gak selucu itu kok. Malah sebagian besar hal yang jadi candaan gue adalah kata-kata satire dari dunia gue yang gue ungkapkan secara implisit. Ga percaya? Yaudah! 

Emang kenapa gak di ungkapin blak-blakan aja langsung?

Karena masalah hidup gue gak sedangkal yang orang lain pikir. Lagipula apa bagusnya mengumbar masalah pribadi? Semua orang hidup di dunia ini punya masalahnya masing-masing. Elo dengan kerunyaman hidup lo, gue dengan kerunyaman hidup gue.. Yaa selesaikan sendiri dong! Nah, sebagai orang yang menyadari akan hal itu, maka gue berusaha untuk lebih mengerem sifat kekanak2kan gue dengan cara gak lagi menceritakan masalah-masalah gue ke orang lain. Bahkan sahabat terdekat gue atau bahkan saudara-saudara gue (hellow... Kapan gue punya saudara? I'm the only child. Remember that!) gak tau.

Toh cerita ke orang lain juga gak memecahkan masalah gue juga kan? Gue punya kebiasaan, kalo gue udah cerita sama orang lain gue malah jadi merasa plong.. Lega. Lah kalo gue udah merasa lega duluan, kapan penyelesaian masalahnya coba? Yang ada malah gak kelar-kelar karena gue udah keburu mikir "yaudahlah..."

Ini kan hidup gue, masalah gue, dan emang udah seharusnya gue juga yang menemukan solusinya. Gue cuma menjalani apa yang udah digariskan Tuhan untuk hidup gue. Hidup ini gue anggap ibarat drama panggung, semesta sebagai gedung hall pertunjukannya, gue pemeran utamanya, masalah menjadi jalan ceritanya, orang lain figurannya, dan Tuhan sebagai penulis skenarionya. Terakhir, tinggal gue sendiri yang nentuin backsoundnya? Maunya gue sih semua scenenya pake lagu drama musikal kayak glee cast, ahehehe... *tetep yaa pilih yang lebay*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar