Rabu, 25 Mei 2016

kaya vs bahagia

Jack ma, pendiri alibaba sekaligus orang terkaya di china pernah berkata kalau dirinya lebih merasa bahagia ketika dia masih belum sekaya dan seterkenal sekarang.

Di dunia ini, standar kaya dan standar bahagia itu bersifat relatif bagi setiap orang.  Gue kenal beberapa orang lumayan kaya yang hidupnya gak bahagia. Gue juga kenal dengan sebagian orang miskin yang punya kehidupan yang bahagia (menurut dia). Meskipun gue lebih sering menemukan orang miskin yang gak bahagia.

Menurut gue, jack ma  dan semua orang yang berpikir kaya adalah bahagia itu naif. Di dunia ini kaya dan kebahagiaan gak di jual paketan kayak burger mekdonal dan cola. Kita harus tetap berusaha mencari dan memperjuangkan kedua-duanya.

Kaya bisa membeli rasa puas. Tapi definisi puas berbeda dengan bahagia.

Dari dulu gue sering  mencari-cari definisi kebahagiaan, tapi rasanya semakin mencari gue semakin merasa kehilangan terminologi dari bahagia itu sendiri. Akhirnya gue menyadari, kalau bahagia itu seringnya datang dalam bentuk yang sederhana, gak mahal, bahkan gratis.

Bahagia gak dijual di etalase toko bermerek premium, bahagia ditemuin pas gue punya waktu untuk ngumpul bareng sahabat2 gue, cerita banyak hal, ketawa-ketawa sampai gak sadar pas mau pulang udah kemalaman. bahagia gue temukan ketika gue bisa menjadi diri sendiri dan bisa memilih jalan hidup gue secara bebas. Bahagia gue rasakan ketika gue menyadari ada orang yang lagi berusaha mati-matian memperjuangkan kenyamanan dan kemudahan hidup gue dimasa mendatang. Bahagia gue temukan ketika gue merasa cukup kuat untuk bisa berjalan menghadapi masalah-masalah gue. Definisi bahagia luas bahkan terlalu luas untuk gue keluhkan. Meskipun sampai saat ini gue masih tetap aja sering mengeluh.

Iya gue bahagia sekarang, meskipun gak bahagia-bahagia amat.  Tapi gue gak mau berpuas diri, gue masih pengen kaya. Dan setelah kaya, gue masih pengen tetap mencari kebahagiaan. Memang udah kodrat manusia kok untuk selalu merasa gak pernah puas. Hidup harus terus diperjuangkan sampai waktunya kita dipanggil pulang ke sisiNya.